Senin, 23 Maret 2009

Makin banyak orang yang mengklaim peduli dan berjuang untuk mengangkat harkat dan derajat wong cilik, rakyat kecil, orang pinggiran, masyarakat marjinal atau apa pun sebutan buat mereka. Benarkah mereka sungguh-sungguh peduli dan berjuang untuk rakyat miskin? Pernahkah kita mencoba membayangkan apa rasanya jadi orang kecil?

Kisah-kisah singkat dalam buku MISKIN TAPI SOMBONG akan membawa kita pada empati dan sampai pada kesimpulan: ternyata jadi orang susah itu susah! Si penulis yang dosen nyentrik ini juga melengkapi bukunya dengan kisah-kisah mulai dari yang bertema politik, agama, plesetan dongeng sampai perselingkuhan! Sebuah buku yang sungguh-sungguh sayang untuk dilewatkan!

“Sepasang mata “Bung Kelinci” memotret realita sosial layaknya judul headline koran kuning yang berhuruf tebal dan merah dengan cara yang berbeda. Langka tapi nyata.” — Rita T. Budiarti, Penulis Di Balik Layar Laskar Pelangi
“Iwan sedang ingin membawa kita turun dari ketinggian, menemui kemeriahan fakta. Tak ada yang berbedak palsu. Yang terhampar menemui kita adalah kenyataan yang jujur. Nikmatilah.” — Hasan Aspahani, Penyair & Jurnalis

“Buku yang layak dibaca untuk sekadar tersenyum, tertawa, terenyuh, menangis dan, yang lebih penting, membuat kita semakin peduli terhadap nasib orang lain.”—Irfan Hakim, Artis & Presenter

“Kisah-kisah dalam buku ini merupakan cermin kehidupan masyarakat, dan karenanya menarik untuk dibaca semua lapisan sosial, terutama elit politik agar dapat lebih mengenal masyarakat yang menghendaki kehidupan yang lebih baik. — J. Kristiadi, Peneliti Senior CSIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes